Pos

UNWAHA Benchmarking di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA Benchmarking ke UNUSIDA: Sinergi Tingkatkan Digitalisasi, Riset, dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Rabu (3/9/2025) pagi. UNWAHA tertarik untuk mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, penguatan digitalisasi sistem akademik, serta strategi peningkatan riset dan prestasi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menyambut rombongan UNWAHA dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa benchmarking merupakan langkah penting untuk saling belajar dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern.

“Di UNUSIDA, kami telah melakukan digitalisasi sistem informasi di 26 titik layanan. Dengan digitalisasi ini, kami mampu menghemat sumber daya manusia sekaligus membangun budaya tertib dalam pelayanan. Tidak hanya itu, kami juga memiliki sistem SIPOMA 500 yang mendorong mahasiswa berlomba meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Budaya kompetitif ini kami harapkan mampu mengantarkan mahasiswa unggul tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” jelasnya.

Selain digitalisasi, ia juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat riset dan publikasi ilmiah. Pihaknya selalu mendorong dosen maupun mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan memanfaatkan program hibah dari pemerintah.

“Kami terus mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian. Saat ini UNUSIDA berada di peringkat 245 besar dari seluruh PTN/PTS di Indonesia untuk indeks SINTA. Kami memiliki 15 doktor aktif berkarya serta 24 dosen yang sedang studi lanjut. Target kami adalah percepatan publikasi nasional maupun internasional, pencapaian HKI, serta lahirnya mahasiswa berprestasi di level global,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UNUSIDA dalam berbagi pengalaman. Menurutnya, perkembangan UNUSIDA selama ini sangat menarik perhatian oleh perguruan tinggi lainnya. Sebab, sebagai kampus yang tergolong baru berdiri mampu mengalami akselerasi yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

“Benchmarking ini memberi inspirasi bagi kami di UNWAHA untuk memperkuat digitalisasi, meningkatkan kualitas penelitian, dan menciptakan atmosfer akademik yang kompetitif. Banyak hal yang bisa kami adopsi, terutama dalam pengelolaan prestasi mahasiswa dan dorongan publikasi ilmiah. Harapannya, kegiatan ini berlanjut pada kerja sama nyata yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Kegiatan tampak dihadiri jajaran pimpinan, dosen, dan perwakilan unit kerja strategis dari kedua belah pihak yang diwarnai diskusi interaktif. UNWAHA dan UNUSIDA berkomitmen menjalin sinergi lebih erat demi kemajuan perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Foto Bersama Pengurus Ormawa Usai Mubes ke-10 Fakultas Ekonomi (Foto: Humas UNUSIDA/Feni)

Mubes Fakultas Ekonomi X Unusida: Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-X pada Senin (25/8/2025). Kegiatan tersebut dipusatkab di Kampus 2 lantai 3 yang berlangsung dari pagi hingga malam dengan semangat demokrasi dan kebersamaan yang tinggi.

Mubes yang menjadi sebuah agenda penting dalam Ormawa kali ini mengusung tema ‘Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner’. Kegiatan ini dihadiri oleh tiga elemen utama Ormawa di lingkungan Fakultas Ekonomi, yaitu Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi (HIMAKSI), Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (HIMAMASDA), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi.

Sidang Pleno: Transparansi, Evaluasi, dan Gagasan Baru

Agenda utama Mubes X adalah sidang pleno yang membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari setiap organisasi. Sidang ini menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah dilaksanakan selama satu periode.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, M. Agiel Putra, menyampaikan berbagai capaian organisasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kegiatan seperti seminar akuntansi, pelatihan, dan aksi sosial dipaparkan secara transparan.

Sementara itu, Ketua HIMAMASDA, Romaldi Jabbar, menekankan fokus program kerja pada pengembangan soft skill dan kewirausahaan. Beberapa pelatihan berhasil diselenggarakan dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, menjadi catatan positif dalam LPJ organisasi.

Tak kalah penting, Gubernur Fakultas Ekonomi, M. Alvin Dwi Yunianto, menjelaskan peran BEM sebagai lembaga eksekutif yang mengoordinasikan himpunan mahasiswa. Program BEM menitikberatkan pada sinergi antar organisasi, advokasi mahasiswa, dan penguatan citra fakultas di lingkungan kampus. Alvin juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama dalam hal koordinasi, yang akan menjadi perhatian bagi kepengurusan selanjutnya.

Regenerasi: Menata Estafet Kepemimpinan

Setelah penyampaian LPJ, sidang berlanjut ke pembahasan program kerja ke depan dan proses regenerasi kepemimpinan. Forum menyepakati perlunya kaderisasi yang lebih terstruktur dan terarah demi mencetak pemimpin muda yang progresif, visioner, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ketua pelaksana Mubes X Fakultas Ekonomi, Achmad Misbachul Farid, menegaskan bahwa Mubes bukan hanya agenda tahunan, tetapi wadah pembelajaran demokrasi dan ruang melahirkan pemimpin baru. Menurutnya, Mubes juga sebagai bentuk komitmen terhadap pentingnya proses kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Mubes adalah ruang diskusi gagasan, dan wadah regenerasi. Ini sangat vital untuk keberlangsungan organisasi mahasiswa,” ujarnya.

Seluruh rangkaian sidang berlangsung kondusif dan dinamis, dipandu oleh pimpinan sidang Rizal Idul Fitrianto. Meski berlangsung sepanjang hari, para peserta tetap konsisten dan antusias mengikuti jalannya sidang hingga selesai.

Harapan Baru untuk Kepemimpinan Mahasiswa

Mubes X Fakultas Ekonomi Unusida ditutup dengan semangat baru dan harapan besar bagi lahirnya kepengurusan yang lebih solid dan adaptif. Hasil-hasil Mubes menjadi pondasi awal bagi keberlanjutan organisasi kemahasiswaan yang lebih terarah dan berdampak.

Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen dalam pembangunan karakter, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial. Proses regenerasi yang sehat dan partisipatif inilah yang akan menjadi motor utama lahirnya pemimpin muda NU yang progresif dan visioner di masa mendatang.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Mengukir Karier Cemerlang: Kisah Inspiratif Alumni UNUSIDA di Dunia Profesional 1

Mengukir Karier Cemerlang: Kisah Inspiratif Alumni UNUSIDA di Dunia Profesional

Sidoarjo – Dunia kerja yang penuh persaingan menuntut kesiapan dan keterampilan yang mumpuni dari setiap lulusan perguruan tinggi. Hal ini juga dirasakan oleh Nafa Putri Maulidya, S.M, salah satu alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang kini sukses meniti karier di Bagian Sekretariat RSI Siti Hajar Sidoarjo. Perjalanan Nafa menjadi bukti nyata bahwa peran kampus sangat penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional (25-08-2025).

Menurut Nafa, pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNUSIDA memberikan bekal berharga, bukan hanya berupa teori, tetapi juga keterampilan praktis. Melalui berbagai program kampus seperti kegiatan magang, penguasaan keterampilan, hingga pengabdian masyarakat, Nafa merasa lebih siap untuk melangkah ke dunia kerja yang lebih luas. “Peran kampus dalam karier sangatlah penting dan berpengaruh, khususnya bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang lebih luas dan membangun karier yang lebih sukses,” ungkapnya.

Magang menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi Nafa. Dari program tersebut, ia dapat merasakan langsung suasana kerja yang sesungguhnya, belajar menghadapi dinamika organisasi, serta mengasah kemampuan komunikasi dan manajemen waktu. Pengalaman ini membuatnya semakin percaya diri ketika akhirnya memasuki dunia kerja yang nyata. Selain itu, melalui pengabdian masyarakat, ia belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat secara langsung, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang tinggi.

Kini, Nafa membuktikan bahwa bekal ilmu dan pengalaman dari kampus mampu menjadi landasan kuat dalam membangun karier. Di posisi strategisnya sebagai staf sekretariat di RSI Siti Hajar Sidoarjo, ia dituntut untuk bekerja dengan teliti, disiplin, serta mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak. Semua keterampilan itu, menurutnya, sudah mulai terasah sejak di bangku kuliah. Ia juga menekankan pentingnya keaktifan mahasiswa dalam mengikuti berbagai kegiatan di kampus, karena dari situlah jaringan, pengalaman, dan keterampilan tambahan bisa didapatkan.

Perjalanan karier Nafa memberikan pesan kuat bagi mahasiswa dan generasi muda, khususnya di UNUSIDA. Bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan. Keseriusan dalam belajar, memanfaatkan setiap kesempatan magang, aktif dalam organisasi, serta keterlibatan dalam pengabdian masyarakat akan menjadi modal besar untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Kisah inspiratif ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa UNUSIDA agar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai program kampus yang tersedia. Dengan begitu, mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi Nafa, sukses bukan hanya soal posisi atau jabatan, tetapi tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi orang lain. Dengan semangat itu, ia terus melangkah maju, sekaligus membawa nama baik almamater tercinta, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. (AS)

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Pimpinan 2025–2026: Perkuat Tata Kelola, Maksimalkan Resources, dan Pastikan Arah Strategis Kampus 2

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Pimpinan 2025–2026: Perkuat Tata Kelola, Maksimalkan Resources, dan Pastikan Arah Strategis Kampus

SIDOARJO, 20 Agustus 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun Akademik 2025–2026 dengan fokus utama memperkuat tata kelola perguruan tinggi, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan memastikan arah strategis universitas terjalin dengan baik dari pimpinan tertinggi hingga unit pelaksana di bawahnya. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA yang dihadiri seluruh jajaran pimpinan universitas, dekan fakultas, kepala program studi, kepala UPT, lembaga, biro, bagian, divisi serta perwakilan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU).

Rapat kerja ini membahas berbagai program prioritas kampus, termasuk upaya peningkatan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi, serta penataan sistem manajemen agar UNUSIDA mampu bersaing dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Melalui forum strategis ini, seluruh pimpinan universitas diajak menyamakan visi, memperkuat koordinasi lintas unit, serta merumuskan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkesinambungan.

“Internalisasi program ini penting agar semua pimpinan, mulai dari rektorat, fakultas, hingga program studi, mengetahui arah strategis ke depan. Kita juga memastikan bahwa semua resources dapat dimaksimalkan. Jika ada masalah sekecil apa pun, dapat segera diatasi,” ungkap Rektor UNUSIDA dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa mengelola perguruan tinggi jauh lebih kompleks dibandingkan mengelola sekolah, karena tingkat kompetensi, kebutuhan regulasi, dan tuntutan stakeholders jauh lebih tinggi.

Hal senada disampaikan Sekretaris LPT PBNU, yang turut hadir dan memberikan arahan khusus kepada jajaran pimpinan kampus. “Mengelola perguruan tinggi tidaklah sederhana. Pilihannya jelas: kita harus mampu bertahan dan berkembang. Aspek tata kelola menjadi sangat penting agar kampus bisa survive juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan output yang konkret, yaitu rencana program kerja terpadu yang dapat dijalankan secara terukur dan efisien sepanjang tahun akademik 2025–2026. Melalui perencanaan yang matang, UNUSIDA menargetkan peningkatan mutu layanan pendidikan, akreditasi program studi yang lebih baik, serta penguatan kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah, dan organisasi masyarakat.

“Rakerpim ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun langkah strategis ke depan. Kami berharap setiap keputusan yang diambil dapat langsung diimplementasikan, sehingga tidak ada kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan,” tambah Rektor.

Dengan komitmen bersama, UNUSIDA berupaya mewujudkan tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan. Sekretaris LPT PBNU menegaskan kembali pentingnya keberlanjutan program yang sudah dirintis. “Kita tidak boleh terjebak hanya pada rutinitas. Setiap program harus berorientasi pada hasil dan berdampak langsung pada masyarakat serta reputasi universitas. Itulah ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi,” ujarnya.

Penutup rapat kerja menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain penyelarasan program kerja fakultas dengan rencana strategis universitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola kampus, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi.

Melalui Rakerpim 2025–2026 ini, UNUSIDA menunjukkan kesungguhannya untuk membangun perguruan tinggi yang tangguh, kompetitif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.

Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA Turut Serta dalam Ganeca Talks Series II 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Perluas Wawasan Teknis, HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Kolaboratif dalam Ganeca Talks Series II

SIDOARJO – Upaya membangun pemahaman teknis sekaligus regulatif dalam pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antar institusi. Hal ini tercermin dalam kegiatan Ganeca Talks Series II bertema ‘Dari Regulasi ke Realisasi: Pertek untuk Pemanfaatan dan Pembuangan Air Limbah’ yang diselenggarakan secara nasional dan daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (17/07/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, praktisi, hingga akademisi lingkungan ini turut menghadirkan partisipasi aktif Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kehadiran HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan Enviro Insight. Hasil gagasan Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dilaksanakan sinergis bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA).

Dalam forum ini, HIMA TL UNUSIDA berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services, lembaga riset dan konsultasi lingkungan berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2014 dengan pendiri dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat relevansi pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja di bidang lingkungan.

Kepala Departemen AIR HIMA TL UNUSIDA, Chalimatus Sa’diyah, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini. Menurutnya, semangat keterbukaan dan kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas edukasi serta literasi lingkungan di bidang keinsinyuran.

“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami isu nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknis lingkungan. Dari sini, wawasan akademik kita terhubung langsung dengan praktik profesional,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Ganeca Environmental Services, yakni Aditia Adyanugraha Arfan, S.T. dan Nur Latifa Ristiaramdani, S.T.. Keduanya memaparkan secara rinci tentang Persetujuan Teknis (PERTEK) dalam pemanfaatan dan pembuangan air limbah. Materi yang disampaikan mencakup dinamika implementasi regulasi di lapangan, tantangan administratif, hingga pendekatan teknis yang sesuai dengan persyaratan pemerintah.

Para peserta memperoleh wawasan konkret mengenai peran PERTEK, yang bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga instrumen penting untuk menjamin kegiatan pengelolaan air limbah berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, dan standar teknis yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor industri, konsultan, dan pemerintah dalam memastikan tata kelola air limbah yang efektif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual mahasiswa untuk memahami aspek teknis dan kebijakan secara langsung dari para praktisi. Dengan pendekatan edukatif yang praktis, Ganeca Talks Series II berhasil mempertemukan dunia akademik dan profesional dalam satu forum yang bermakna.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Chalimatus Sa’diyah menegaskan visinya sebagai komunitas akademik yang aktif membangun kolaborasi eksternal demi penguatan kapasitas internal. Ia mengaku sangat terbuka dan tidak melewatkan berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services dalam forum ini. Ia berharap dapat berlanjut dalam forum-forum edukatif lainnya di masa mendatang.

“Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA dalam Ganeca Talks Series II bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kolektif dalam memperjuangkan tata kelola lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Suasana Upcara Bendera dalam rangka HUT ke-80 RI di halaman Kampus 2 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Upacara HUT ke-80 RI di UNUSIDA, Kenakan Baju Adat dan Kostum Pejuang Kemerdekaan

SIDOARJO – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Halaman Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), saat civitas akademika menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ahad (17/8/2025).

Yang menarik, seluruh peserta mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa hadir dengan mengenakan baju adat dari seluruh penjuru nusantara serta seragam pejuang kemerdekaan. Kehadiran berbagai ragam pakaian adat tersebut menghadirkan nuansa kebhinnekaan dan mempertegas komitmen UNUSIDA dalam merawat tradisi dan persatuan bangsa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Rektor 1 UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. menyampaikan amanat yang menyentuh tentang makna 80 tahun kemerdekaan. Menurutnya, delapan dekade bukanlah waktu yang panjang jika dibandingkan dengan besarnya pengorbanan para pejuang dan ulama terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Jika para pendahulu kita dan para ulama terdahulu memberikan negara ini dengan perjuangan yang gigih hingga bertaruh nyawa, maka apa yang mau kita berikan untuk generasi kita di masa depan,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, Dr. Hadi menegaskan bahwa momentum peringatan HUT RI ke-80 ini menjadi tantangan sekaligus panggilan bagi seluruh civitas akademika UNUSIDA. Mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa untuk terus berkhidmat dan memberikan kontribusi terbaik.

Ia mengingatkan bahwa semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi selanjutnya, sebagaimana para ulama dan santri yang senantiasa berbuat baik agar dapat menjadi amal jariyah yang tak terputus hingga Yaumil Qiyamah.

“Kita beruntung karena di kampus UNUSIDA dapat belajar untuk berkhidmat. Tidak semua lembaga memiliki keistimewaan dan semangat seperti ini. Jika saat ini kita belum bisa memberikan sesuatu yang terbaik, setidaknya jangan meninggalkan catatan yang buruk bagi UNUSIDA dan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus mengukir prestasi, membawa UNUSIDA menjadi kampus yang berdaya saing di tingkat regional, nasional maupun global sesuai kapasitasnya masing-masing, agar dapat menjadi contoh bagi generasi selanjutnya. Sebab, profesionalitas dan gaji hanyalah bagian dari kewajiban, namun semangat khidmat adalah nilai utama yang harus terus dipegang oleh seluruh warga kampus.

“Khidmat adalah ruh perjuangan yang membedakan UNUSIDA dengan lembaga lain. Semoga Allah meridhoi kita semua untuk berkhidmat di Unusida dan Nahdlatul Ulama sebagai bentuk pengorbanan,” tuturnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA Arda Surya Editya Jadi Narasumber dalam FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan, Dorong Peningkatan Riset Bidang AI (Foto: UNUSIDA/Arda)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jadi Narasumber FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan

SIDOARJO – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, M.T., diundang sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian yang diselenggarakan oleh Politeknik Aceh Selatan. Kiprah Dr. Arda yang juga merupakan doktor di bidang Ilmu Komputer tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA di level nasional.

FGD yang mengusung tema ‘Peningkatan Kualitas Riset Bidang Pengolahan Citra Pada Perkebunan Sawit’ tersebut diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa, dan perwakilan instansi daerah, Kamis (14/8/2025).

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Direktur Politeknik Aceh Selatan. Ia menyebut bahwa kehadiran Dr. Arda menjadi inspirasi dalam memperkuat kolaborasi riset antar perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam paparan materinya, Dr. Arda menjelaskan tentang pengembangan metodologi penelitian serta strategi implementasi hasil riset, khususnya dalam penerapan Machine Learning pada sektor perkebunan sawit.

“Penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keberanian untuk menguji gagasan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan analisis data yang tepat, efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi, serta hasil panen dapat dioptimalkan.

Ia mengatakan pemanfaatan Machine Learning harus didukung oleh analisis data yang akurat. Dengan pendekatan data-driven,efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi lebih dini, serta hasil panen dapat dioptimalkan sesuai kondisi lapangan. Hal inilah yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem perkebunan modern berbasis teknologi.

“Ini adalah masa depan perkebunan modern yang harus kita wujudkan bersama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan industri agar riset yang dilakukan tidak berhenti sebatas publikasi, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, melalui sinergi tersebut, hasil-hasil penelitian tidak sekadar menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Dengan kolaborasi yang baik, penelitian dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” tuturnya.

Partisipasi Dr. Arda pada tingkat nasional ini menunjukkan komitmen UNUSIDA dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di seluruh Indonesia. (MY)