Pos

Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA, Wujudkan Lulusan yang Berkompeten, Profesional, dan Berintegritas

SIDOARJO – Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 pada Rabu (13/8/2025) malam, yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan para calon alumni. Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA kali ini menjadi momentum kebanggaan bersama, mengukuhkan dedikasi dosen dan mahasiswa dalam mewujudkan lulusan yang berkompeten, profesional, dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., sangat mengaapresiasi kepada pimpinan UNUSIDA, para dosen, dan seluruh mahasiswa yang telah berjuang hingga tahap akhir perkuliahan.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh dosen yang telah bekerja keras, bahkan hingga detik-detik terakhir, siang dan malam, demi membantu mahasiswa agar bisa lulus,” ungkapnya.

Menurutnya, Fakultas Teknik memiliki karakteristik berbeda dengan fakultas lain, karena 90% mahasiswanya bekerja sambil kuliah. Kondisi ini membuat para dosen harus lebih memahami situasi mahasiswa, termasuk keterlambatan hadir akibat lembur atau tuntutan pekerjaan.

“Bapak-ibu dosen sangat ramah dan penuh pengertian. Kami tahu ada yang datang dengan tangan dingin karena lelah bekerja, namun semua itu bisa diatasi dengan komunikasi dan saling memahami,” tambahnya.

Tahun ini menjadi istimewa karena sebagian besar mahasiswa angkatan 2021 lulus tepat waktu, bahkan ada yang berhasil lulus tanpa pernah mengulang mata kuliah. Selain itu, Fakultas Teknik juga konsisten meraih hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari tingkat pusat.

Listin juga menyoroti prestasi dosen-dosen Fakultas Teknik yang aktif melanjutkan studi S3 sambil tetap mengajar dan membimbing mahasiswa. “Kekurangan dari segi waktu karena kesibukan studi lanjut tetap bisa diimbangi dengan dedikasi tinggi membimbing mahasiswa. Ini luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Listin berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater di dunia kerja dan masyarakat. Melalui konektivitas di dunia kerja, ia berharap, alumni Fakultas Teknik UNUSIDA dapat menjadi promotor perkembangan nantinya.

“Yudisium ini bukan akhir perjuangan. Kita akan bertemu lagi di dunia kerja dan pengabdian masyarakat. Jaga nama baik prodi, fakultas, dan universitas kita. Ajak juga saudara dan teman untuk kuliah di UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

Suasana Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA: Cetak Calon Guru Visioner, Berdampak, dan Berintegritas di Era Digital

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 dengan tema ‘Mencetak Calon Guru yang Visioner, Berdampak, dan Berintegritas di Era Teknologi Digital’. Kegiatan ini dipusatkan di Jie Poek DW, Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, Larangan blok Ruko Royal Palace Larangan BlokN9-12 dan Blok M15-18, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (12/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan bahwa Yudisium ini menjadi momen penting bagi para lulusan untuk meneguhkan peran sebagai pendidik yang tak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas bagi bangsa, agama, dan masyarakat.

“Mulai detik ini, kalian sudah bisa menggunakan gelar S.Pd di belakang nama. Tetapi lebih dari itu, ilmu yang telah kalian raih adalah awal dari proses pengabdian. FKIP memiliki peran strategis membentuk generasi penerus bangsa, bukan hanya dibekali pengetahuan akademis dan keterampilan pedagogis, tetapi juga nilai akhlak mulia dan karakter islami yang menjadi ciri khas lulusan Nahdlatul Ulama,” jelasnya saat menyampaikan sambutan.

Ia menyoroti besarnya tanggung jawab guru di era modern, terlebih dengan banyaknya contoh negatif di lingkungan sosial yang terekam dalam budaya populer. Ia mengingatkan bahwa guru harus menjadi teladan yang memberi arah moral bagi peserta didik.

Oleh karena itu, Fatkul Anam menekankan tiga hal penting ketika menjadi seorang pendidik nantinya. Pertama, jadilah pendidik yang besar. Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi pembentuk akhlak dan legenda kejujuran serta keteladanan.

Yang kedua, teruslah belajar sepanjang hayat. Dunia pendidikan dan teknologi terus berkembang. Guru sejati adalah mereka yang tidak berhenti mengasah kompetensi dan mengikuti perkembangan zaman.

Ketiga, teruslah menebarkan manfaat di manapun berada. Sebab, keberhasilan sejati seorang pendidik tidak diukur dari gelar atau jabatan, tetapi dari seberapa besar ia memberi manfaat dan menginspirasi orang lain. Ia berharap, lulusan FKIP UNUSIDA siap menjadi guru visioner yang berdampak positif, menjunjung tinggi integritas, dan mampu beradaptasi di tengah arus teknologi digital.

“Keberhasilan kalian diukur dari sejauh mana anak-anak, keluarga, dan masyarakat dapat meneladani apa yang kalian lakukan. Mari jadikan momen ini sebagai pijakan untuk menembus batas dan menjadi pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I memberikan motivasi mendalam kepada peserta yudisium. Menurutnya, kesuksesan dalam dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

“Sejauh mana Anda bisa mengikuti perkembangan dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat, saat itulah Anda akan menemukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Justru dari sanalah kesuksesan akan hadir, di tengah ketatnya kompetisi dunia pendidikan,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan pentingnya kreativitas dan semangat pengabdian. Ia menekankan pesan Ketua BPP UNUSIDA bahwa di manapun berada, lulusan harus memiliki niat hikmah kepada jami’ah (lembaga) dan berkomitmen mengembangkan agama.

Ia membagikan pengalamannya yang berawal dari guru ngaji hingga kini dipercaya menjadi Sekretaris BPP UNUSIDA. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian dan pengalaman adalah bekal penting untuk menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau kita berhikmat, insyaallah rezeki akan datang, bukan kita yang mengejar rezeki. Jadilah guru yang menjaga nama baik profesi, bermanfaat bagi lingkungan, dan terus menebar kebaikan. Bahkan jika tak menjadi guru formal, Anda bisa menjadi guru ngaji, pelatih, atau pendidik dalam bentuk lainnya,” pesannya.

Yudisium ke-9 FKIP UNUSIDA ini diakhiri dengan penyerahan SK kelulusan dan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Para calon lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pendidik yang cakap di bidangnya, tetapi juga menjadi insan yang visioner, berdampak positif bagi masyarakat, serta menjunjung tinggi integritas di era teknologi digital. (MY)

Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Pegadaian Syariah dan UNUSIDA Menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan bagi Mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

Pegadaian Syariah Gandeng UNUSIDA, Gencarkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan

SIDOARJO – Dalam rangka meningkatkan literasi dan kesadaran pengelolaan keuangan di kalangan generasi muda, Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Cabang Syariah Sidoarjo bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Workshop bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Acara yang mengusung tema ‘Masyarakat Cerdas Keuangan, Mandiri Finansial’ ini berlangsung di Hall Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (11/8/2025).

Asisten Manager Pegadaian Sidoarjo, Galuh Mekar Kuncoro, dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk mengalihkan kebiasaan anak muda dari meminjam uang di platform pinjaman online (Pinjol) menuju investasi yang lebih aman dan menguntungkan, seperti emas.

“Kami ingin mahasiswa memahami pentingnya menyiapkan masa depan dengan investasi yang minim risiko dan memiliki nilai yang stabil, seperti emas,” ujarnya.

Galuh menjelaskan bahwa tujuan utama workshop kali ini adalah untuk mengedukasi generasi muda seputar pengelolaan keuangan, strategi investasi emas, serta pengenalan produk-produk layanan Pegadaian Syariah yang sesuai prinsip syariah.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kesadaran finansial sejak dini, mampu menghindari kebiasaan buruk seperti ketergantungan pada pinjaman online, dan beralih pada investasi yang lebih aman serta bermanfaat untuk masa depan,” terangnya.

Ia menambahkan, emas tidak hanya berfungsi sebagai alat lindung nilai dari inflasi, tetapi juga dapat menjadi modal penting untuk perencanaan jangka panjang, seperti pendidikan, pernikahan, hingga memulai usaha.

“Investasi emas adalah membeli masa depan dengan harga saat ini. Nilainya cenderung stabil, mudah dicairkan, dan menjadi salah satu instrumen investasi yang minim risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi Pegadaian Syariah dengan UNUSIDA. Menurutnya, mahasiswa juga harus cerdas dalam mengatur keuangan antara kebutuhan pribadi dan akademik.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini, karena mahasiswa juga penting memahami kemandirian finansial. Setelah lulus, mereka perlu memiliki jiwa entrepreneur dan mampu menyiapkan investasi masa depan yang cerah menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.

Ali Masykuri juga menekankan bahwa pemuda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan, mulai dari menyiapkan dana darurat, memahami risiko investasi, hingga memaksimalkan hasil yang diperoleh.

“Saya harap, mahasiswa UNUSIDA dapat mengembangkan ilmu yang didapat untuk mengedukasi masyarakat di sekitarnya tentang pengelolaan keuangan yang sehat,” harapnya. (MY)

Pemberitahuan Foto Kolektif Wisuda IX UNUSIDA 2025 – Sesi 2

Pemberitahuan Foto Kolektif Wisuda IX UNUSIDA 2025

Pemberitahuan Prosedur Pendaftaran dan Pembayaran Wisuda IX UNUSIDA 2025

Pemberitahuan Batas Akhir Pendaftaran Wisuda IX UNUSIDA 2025

Momen Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang diselenggarakan oleh UKM Samita Trance UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Samita Trance Sukses Gelar Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo, Perebutkan Piala Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Samita Trance Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang diikuti oleh puluhan pelajar tingkat TK-SMA. Kompetisi yang memperebutkan Piala Rektor UNUSIDA untuk dipusatkan di Art Center Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), alan Airlangga 67, Sidoarjo, Sabtu (9/8/2025).

Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, sangat mengapresiasi lomba tari kreasi kali ini. Sebab menjadi salah satu bentuk dalam melestarikan warisan budaya, khususnya tari, adalah salah satu bentuk tanggung jawab kita terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Tari mengandung banyak pesan yang bisa membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekompakan, yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti lomba tari ini bukan hanya sekedar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan sarana untuk menjaga dan meneruskan tradisi budaya yang telah ada sejak lama.

“Kegiatan seperti ini dapat menjadi semangat bagi kita untuk terus melestarikan budaya tari, terutama yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Melalui lomba ini, kita juga dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan menghargai warisan budaya yang dimiliki bangsa kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta lomba yang hadir. Ia berharap agar setiap peserta, baik yang nantinya menjadi pemenang maupun yang belum beruntung, dapat memperoleh pengalaman berharga dari ajang ini.

“Kejuaraan ini adalah bagian dari proses belajar yang harus dilatihkan secara terus-menerus. Pengalaman ini akan menjadi bekal untuk kita semua dalam memperkenalkan dan mengembangkan seni tari sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi dunia seni tari di Kabupaten Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa melalui ajang ini, selain menciptakan wadah bagi para pelaku seni untuk berkompetisi, juga sebagai bentuk upaya untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meneruskan budaya kita, yang nantinya akan menjadi identitas bangsa kita yang semakin dikenal dan dihargai di seluruh dunia,” harapnya.

Ketua Pelaksana, Nur Aisyah Fitri menyampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh tiga kategori, yaitu kategori A, peserta dari tingkat TK hingga kelas 3 SD, kategori B diikuti peserta dari kelas 4 hingga 6 SD, serta kategori C yang diikuti peserta dari tingkat SMP, SMA, atau sederajat.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 53 grup tari, dari berbagai jenjang pendidikan dengan total peserta mencapai lebih dari 100 orang. Lomba tari kreasi ini bertujuan untuk menggali potensi dan kreativitas generasi muda dalam dunia seni tari, sekaligus menjadi sarana untuk memupuk kecintaan terhadap budaya tradisional Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Sidoarjo. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan seni tari dan pelestarian budaya Indonesia,” ujar Aisyah.

Ia menyebutkan, kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak. Mulai dari Pimpinan Universitas, Biro Kemahasiswaan, Dewan Kesenian Sidoarjo, Komite Tari, hingga para pembimbing dan seluruh tim panitia yang bekerja keras dari awal persiapan hingga pelaksanaan.

Ia menjelaskan, Lomba Tari Kreasi ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai bentuk tari kreasi baru yang inovatif, namun tetap tidak meninggalkan unsur budaya tradisional yang kaya.

“Terima kasih atas dukungan dari semua pihak. Kami berharap acara ini menjadi langkah nyata dalam merawat warisan budaya bangsa dan memberi ruang bagi para seniman muda untuk terus berkarya,” pungkasnya. (MY)