Pos

Suasana Opening Ceremony UNUSIDA CUP VII 2026, Turnamen Futsal Mahasiswa Antar Fakultas (Foto: NU Delta)

Perkuat Sportivitas dan Solidaritas Antarmahasiswa, UKM Futsal Sukses Gelar Turnamen Antar Fakultas UNUSIDA CUP VII 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar UNUSIDA CUP VII Turnamen Futsal Antar Fakultas di Fatkhi Futsal Centre, Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

UNUSIDA CUP VII kali ini diikuti oleh mahasiswa aktif UNUSIDA angkatan 2022 hingga 2025. Setiap fakultas diwajibkan mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sebanyak 8 tim turut ambil bagian dalam turnamen yang diselenggarakan dengan biaya pendaftaran sebesar Rp170 ribu per tim.

Ketua UKM Futsal UNUSIDA, Dikqi Apriliyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Dengan mengusung semangat ‘Bersatu dalam Kompetisi, Berprestasi untuk UNUSIDA’, ia menyebut bahwa turnamen tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa UNUSIDA dari berbagai fakultas..

“Turnamen ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa UNUSIDA dari berbagai fakultas. Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, dan bersama-sama meraih prestasi untuk UNUSIDA,” ujar mahasiswa Teknik Industri tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, menyampaikan bahwa turnamen futsal merupakan bagian dari bentuk pengembangan potensi mahasiswa di luar kegiatan akademik.

Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan seperti turnamen olahraga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun kerja sama, serta melatih kepemimpinan dan sportivitas.

“Turnamen futsal ini merupakan bagian dari bentuk ekstensi mahasiswa ketika berada di luar kegiatan akademik. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki,” ungkap Fajar.

Ia juga mengapresiasi UKM Futsal UNUSIDA yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan organisasi kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.

“Kami yakin keberadaan UKM Futsal UNUSIDA dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa di bidang olahraga. Turnamen UNUSIDA CUP ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik UNUSIDA,” pungkasnya.

Suasana Pelepasan dan Pembukaan KKN 2026 di Pendopo Delta Wibawa (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berangkatkan 448 Mahasiswa KKN, Fokuskan Program Berbasis Keilmuan Fakultas

SIDOARJO — Sebanyak 448 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA BERDAYA 2026. Pelepasan peserta digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian.

KKN tahun ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah’. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 19 lokasi KKN yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, perwakilan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

“Sebanyak 448 mahasiswa UNUSIDA resmi diberangkatkan untuk mengabdi kepada masyarakat di 19 lokasi KKN. Saudara akan menjadi representasi UNUSIDA di tengah masyarakat, mulai dari Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran hingga Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik universitas dan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan berkomunikasi harus senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang akan membentuk kepekaan sosial dan kemampuan problem solving mahasiswa.

“Di masyarakat, kita belajar memahami kehidupan, membangun empati, serta menyelesaikan persoalan bersama,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat UNUSIDA BERDAYA, setiap fakultas menghadirkan program unggulan berbasis keilmuan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) fokus pada penguatan literasi dan pendidikan karakter. Fakultas Ekonomi mengembangkan UMKM melalui inovasi produk, digitalisasi, hingga pemasaran digital.

Sementara Fakultas Ilmu Komputer mendorong transformasi digital desa, Fakultas Teknik mengusung konsep eco-friendly residential, dan Fakultas Agama Islam memperkuat edukasi Islam moderat berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebanyak 19 desa yang menjadi lokasi pengabdian meliputi wilayah Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran, hingga Kecamatan Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Sidoarjo ini merupakan kebanggaan kita bersama. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa diaktualisasikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerjemahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa hendaknya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat serta membawa nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan sosial,” pesannya.

FKIP UNUSIDA Gelar FGD Bahas Integrasi TPACK bersama Sri Surachmi W, dosen dan akademisi di Universitas Muria Kudus (UMK). (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar FGD, Bahas Integrasi TPACK Berbasis Genre dalam Pembelajaran

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Integrasi TPACK Berbasis Genre-Based Pedagogy dalam Pembelajaran’ pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sri Surachmi W, dosen dan akademisi dari Universitas Muria Kudus (UMK), yang membahas pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran di era digital.

Dalam pemaparannya, Sri Surachmi menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan materi, pedagogi, dan teknologi melalui kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK).

“Teknologi bukan tujuan pembelajaran, tetapi sarana untuk membantu peserta didik memahami materi secara lebih efektif,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa TPACK terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Content Knowledge (CK), Pedagogical Knowledge (PK), dan Technological Knowledge (TK). Ketiga aspek tersebut saling berinteraksi hingga membentuk integrasi pembelajaran yang utuh dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, Sri Surachmi juga mengulas Pendekatan Berbasis Genre (Genre-Based Approach) yang berfokus pada pengembangan literasi melalui pemahaman berbagai jenis teks sesuai fungsi komunikatifnya. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka karena mampu meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan komunikasi peserta didik.

Dalam penerapannya, pembelajaran berbasis genre dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu:

  1. Building Knowledge of the Field (BKOF)
  2. Modeling of the Text (MOT)
  3. Joint Construction of the Text (JCOT)
  4. Independent Construction of the Text (ICOT)

Keempat tahapan tersebut dapat dipadukan dengan pemanfaatan berbagai teknologi digital seperti YouTube, Canva, Google Docs, hingga platform kolaboratif lainnya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa integrasi TPACK berbasis genre tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual, tetapi juga mampu meningkatkan literasi digital serta keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan kompetensi digital pendidik, akses teknologi, serta kecenderungan penggunaan aplikasi tanpa mempertimbangkan relevansi pembelajaran.

“Perencanaan yang matang menjadi kunci agar teknologi benar-benar mendukung kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengikuti tren,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan fakultas.

Dengan adanya penguatan konsep TPACK berbasis genre, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya praktik pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik masa kini.

“Semoga melalui kegiatan FGD ini, para dosen dan pendidik di lingkungan FKIP UNUSIDA dapat semakin memahami pentingnya integrasi TPACK berbasis genre dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ide antar pendidik guna menjawab tantangan pendidikan di era digital,” pungkasnya.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi 2026, Ajang Pengembangan Pelajar Menuju Generasi Berprestasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 (OAU 2026) sebagai wadah kompetisi akademik bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Accounting Competition: Unlock Your Potential, Show Your Achievements’, Olimpiade ini dilaksanakan dalam 2 sesi, dimulai dari babak penyisihan hingga semi final yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, hingga final yang dilaksanakan secara langsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (20/7/2026).

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 merupakan bentuk kontribusi HIMAKSI UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan ekonomi. Selain menjadi ruang pengembangan akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur dalam mendorong lahirnya calon akuntan muda yang kompeten dan berintegritas.

Kompetisi tahun ini menghadirkan 18 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman belajar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kompetensi akademik, serta menunjukkan prestasi melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif.

“Kompetisi ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas diri, memperkuat kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman hari ini menjadi bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 juga datang dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Salah satu pengurus IAI, Agus Ariyanto Tohi, yang juga merupakan dosen Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra Surabaya, mengapresiasi perkembangan UNUSIDA dan semangat yang diusung dalam kompetisi tersebut.

“Saya melihat perkembangan UNUSIDA sangat luar biasa. Kampusnya representatif dan memiliki semangat yang kuat. Saya juga tertarik dengan tagline UNUSIDA yang menekankan pentingnya keunggulan yang dibangun di atas nilai moral. Itu menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ia menilai tema yang diusung kali ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan pelajar saat ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.

“Generasi muda memiliki energi dan potensi besar. Melalui kompetisi seperti ini, kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Selain kemampuan akademik, bangun jiwa kompetitif yang positif, kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta jangan lupakan pentingnya membangun networking. Bisa jadi teman yang hari ini menjadi lawan kompetisi adalah rekan kerja atau mitra bisnis kalian di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran. Ia berharap Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di era globalisasi dan digitalisasi. Kompetisi ini juga menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam membangun budaya akademik yang kompetitif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kehadiran kalian hari ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki keberanian untuk belajar, berkompetisi, dan terus berkembang. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi, setiap proses sebagai pembelajaran, dan setiap hasil sebagai langkah menuju kesuksesan. Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan berkembang adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selama kompetisi, peserta akan diuji melalui berbagai materi yang mencakup bidang akuntansi, ekonomi, perpajakan, hingga penyelesaian studi kasus yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan keuangan. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.

Peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan fakultas berfoto bersama setelah pemaparan Program Kerja KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA. (Foto: LPPM UNUSIDA)

Matangkan Program Pengabdian, Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Gelar Pemaparan Program Kerja Berbasis SDGs

SIDOARJO — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Program Kerja di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Selasa-Rabu (14-15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap program yang akan dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa serta memiliki dampak yang berkelanjutan.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 tahun ini mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa sebagai peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan desa dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.

Pemaparan program kerja diikuti oleh kelompok KKN yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Setiap kelompok diwakili oleh dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran kegiatan, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program yang dipresentasikan mencerminkan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Bidang pendidikan menghadirkan inovasi penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi mengusung program pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penguatan tata kelola usaha masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan program pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa. Adapun Fakultas Ilmu Komputer fokus pada literasi digital, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan media informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.

Seluruh program kerja disusun dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Oleh karena itu, setiap kelompok didorong untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi riil desa sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Dalam sesi presentasi, para Dosen Pembimbing Lapangan dan pimpinan fakultas memberikan berbagai masukan terhadap kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga peluang keberlanjutan program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan rencana kerja sehingga implementasinya di lapangan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan pemaparan juga menjadi sarana menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat diterima, dilaksanakan secara kolaboratif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui KKN UNUSIDA BERDAYA 2026, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menghasilkan karya yang mendukung kemajuan desa.

“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 kali ini menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Proses pengecoran tiang-tiang di Lantai 3 Gedung B Komplek Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Pembangunan Kampus UNUSIDA Terus Berjalan, Gedung B Masuki Tahap Pengecoran Lantai 3

SIDOARJO — Pembangunan infrastruktur di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Lingkar Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, pembangunan Gedung B telah memasuki tahap pengecoran lantai 3 dari total rencana 7 lantai.

Kepala Biro Umum UNUSIDA, Ikhwan Abdillah, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa Gedung B diproyeksikan sebagai pusat perkuliahan sekaligus kantor pelayanan terpadu bagi seluruh civitas akademika.

“Pembangunan Gedung B saat ini sudah memasuki tahap pengecoran lantai 3. Sebelumnya, dua lantai telah selesai dan sudah dimanfaatkan untuk berbagai layanan mahasiswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, lantai yang telah difungsikan saat ini digunakan untuk berbagai unit pelayanan, di antaranya kehumasan, kemahasiswaan, keuangan, IT dan teknologi, sarana prasarana, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Dengan rencana pembangunan hingga 7 lantai, ia berharap dengan penambahan sarana prasarana di Gedung B mampu menunjang seluruh aktivitas akademik dan pelayanan secara lebih optimal ke depan.

“Pembangunan yang terus berjalan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang unggul, nyaman, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain Gedung B, UNUSIDA juga telah memiliki Gedung A yang terdiri dari 5 lantai. Ke depan, gedung tersebut akan difokuskan sebagai pusat kegiatan dosen dan mahasiswa, seperti ruang pertemuan, laboratorium, serta ruang kelas yang representatif.

Sementara itu, Muhammad Iqbal Annafi selaku panitia pembangunan menyampaikan bahwa proses pembangunan di kawasan kampus juga mencakup penyelesaian Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari serta penataan eksterior dan interior lingkungan kampus.

“Untuk pembangunan tahap selanjutnya akan dilanjutkan ke lantai 3. Kami menargetkan pembangunan ini dapat selesai pada bulan November. Insya Allah kami upayakan selesai pada bulan November,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya pembangunan dan penyempurnaan fasilitas kampus, mahasiswa akan semakin nyaman dalam menjalani aktivitas akademik.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan dan finishing yang baru, mahasiswa semakin nyaman, betah, dan semakin banyak yang beraktivitas di kampus ini. Harapan kami juga, kampus ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya,” pungkasnya.

Stefanny Imelda saat menjadi narasumber dalam Seminar Public Speaking FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dibekali Strategi Personal Branding dan Teknik Sukses Interview Kerja

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk ‘Stand Out from the Crowd: Seni Membangun Personal Branding lewat CV dan Sesi Interview’ di Auditorium Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Seminar menghadirkan praktisi sekaligus trainer pengembangan diri, Stefanny Imelda, yang membagikan berbagai strategi membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga teknik menghadapi sesi wawancara kerja agar mampu tampil percaya diri dan unggul di tengah persaingan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan personal branding merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

“Yang harus kita lakukan adalah membangun mental dan personal branding. Faktor komunikasi ini sangat penting karena ketika mahasiswa menjalani PKL maupun memasuki dunia kerja, hambatan yang paling banyak ditemui adalah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai survei dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholder), lulusan perguruan tinggi umumnya masih perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengaitkan pengalaman organisasi, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan selama kuliah sebagai bukti kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Beberapa stakeholder juga menyampaikan bahwa salah satu kekurangan lulusan adalah di aspek komunikasi. Bahkan ketika sudah diterima bekerja, mereka masih perlu dipoles lagi, terutama dalam menghadapi pelanggan, menyelesaikan komplain, dan berkomunikasi secara profesional, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang jasa,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif melalui komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhafidhah Novie juga mengapresiasi narasumber Stefanny Imelda yang dinilai memiliki pengalaman luas sebagai pembicara dan mentor di bidang pengembangan diri. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih matang dalam membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mampu menghadapi proses rekrutmen kerja dengan percaya diri sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia profesional.

“Beliau sudah luar biasa. Saya melihat kiprahnya melalui berbagai media sosial maupun kegiatan pelatihan. Kiprahnya sudah di level nasional, bahkan saya yakin ke depan akan semakin berkembang hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Stefanny Imelda menjelaskan bahwa proses wawancara kerja memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar.

“Nilai akademik yang tinggi belum tentu menjadi faktor utama diterima bekerja. Interview adalah penentunya. Pintar di kelas belum tentu pintar dalam bekerja, sehingga kemampuan menghadapi interview harus benar-benar dipersiapkan,” jelasnya.

TV Presenter JTV tersebut menekankan bahwa persiapan wawancara tidak dapat dilakukan secara mendadak. Menurutnya, setiap kandidat harus memahami diri sendiri, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta mampu menunjukkan karakter positif kepada perusahaan.

“Interview menjadi cara HRD untuk menilai apakah seseorang mengenal dirinya sendiri, memahami kompetensinya, memiliki loyalitas, dan mampu bekerja sama dengan tim,” katanya.

Stefanny juga membagikan strategi dalam menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara, seperti “Coba perkenalkan diri Anda” dan “Mengapa Anda tertarik bergabung di perusahaan ini?”

Menurutnya, banyak pelamar masih menjawab dengan cara yang terlalu umum, seperti menyebutkan nama, usia, atau tempat lahir, padahal informasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam CV.

“Saat memperkenalkan diri, jangan hanya mengulang data pribadi. Mulailah dengan menjelaskan aktivitas dan fokus yang sedang dijalani saat ini, kompetensi yang dimiliki, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Jawaban seperti itu akan lebih menarik perhatian HRD,” paparnya.

Di momen Harlah ke-12 UNUSIDA, UNUTRACE Resmi Diluncurkan sebagai Pusat Pelatihan Kompetensi Multi-Fakultas (Foto: Humas UNUSIDA)

Harlah ke-12, UNUSIDA Resmi Launching UNU Trace sebagai Pusat Pelatihan Kompetensi Multi-Fakultas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Dalam rangkaian kegiatan Mujahadah dan Istighosah dalam rangka memperingati Harlah ke-12, UNUSIDA resmi meluncurkan UNU Trace atau UNUSIDA Training Center di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jumat (3/7/2026).

Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, menyampaikan bahwa tantangan dunia profesi, industri, dan masyarakat saat ini menuntut percepatan kompetensi yang adaptif, solutif, serta mampu menjawab perkembangan zaman.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) tersebut menyebutkan bahwa peluncuran UNU Trace menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Mujahadah dan Istighotsah Harlah ke-12 UNUSIDA. Ia berharap UNU Trace menjadi ruang pengembangan kompetensi yang menjembatani teori akademik dengan kebutuhan praktis dunia profesi, industri, pendidikan, dan masyarakat.

“UNU Trace hadir sebagai lembaga resmi yang berada langsung di bawah koordinasi Rektor UNUSIDA. Lembaga ini dirancang sebagai payung besar yang mengintegrasikan seluruh kepakaran multi-fakultas di UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UNU Trace menjadi wadah sinergi keilmuan dari berbagai fakultas di lingkungan UNUSIDA. Mulai dari transformasi digital melalui Fakultas Ilmu Komputer, keahlian praktis melalui Fakultas Teknik, penguatan ekonomi melalui Fakultas Ekonomi, hingga inovasi pembelajaran dan penguatan nilai keislaman melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Agama Islam (FAI).

Melalui integrasi lintas disiplin tersebut, UNU Trace mampu menghadirkan solusi komprehensif dalam berbagai bidang, seperti digital dan teknologi informasi, bisnis dan manajemen, teknik dan rekayasa, manajemen kelembagaan syariah, serta penguatan pendidikan masa depan.

“UNU Trace berkomitmen menjadi jembatan kokoh yang mentransformasikan teori akademik perguruan tinggi menjadi keterampilan praktis yang siap diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, UNU Trace meluncurkan dua program perdana yang berfokus pada penguatan mutu pendidikan dasar. Program pertama adalah Pelatihan Analisis Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi Guru SD. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para pendidik dalam memetakan, menganalisis, serta mengoptimalkan potensi akademik siswa secara lebih akurat.

Program kedua adalah Pelatihan Manajemen Sekolah bagi Kepala Sekolah. Workshop strategis tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pimpinan sekolah dalam menerapkan tata kelola institusi yang modern, efektif, inovatif, dan visioner.

“UNU Trace nantinya akan menerapkan standarisasi mutu yang ketat untuk memastikan setiap peserta pelatihan tidak hanya memperoleh sertifikat resmi, tetapi juga mendapatkan strategi, keterampilan, dan rekomendasi yang siap diimplementasikan di instansi masing-masing,” ungkapnya.

Ia berkomitmen untuk menciptakan trobosan baru agar UNUSIDA untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Di usia ke-12 tahun, UNUSIDA terus memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, dunia kerja, industri, serta masyarakat melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan.

“Dalam momentum Harlah ke-12, semoga kehadiran UNU Trace ini dapat menjadi mitra strategis bagi sekolah, lembaga, dunia usaha, industri, dan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi serta memperluas manfaat pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Mujahadah dan Istighosah Harlah ke-12 UNUSIDA di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy'ari (Foto: Humas UNUSIDA)

Mujahadah dan Istighosah Harlah ke-12 UNUSIDA, Momentum Menguatkan Spirit Keilmuan dan Keberkahan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Mujahadah dan Istighosah dalam rangka memperingati Harlah ke-12 di Masjid K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jumat (03/07/2026). Kegiatan yang diikuti civitas akademika, pengurus PCNU Sidoarjo, Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP), serta para tamu undangan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan sekaligus menguatkan komitmen UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan rasa syukur atas perjalanan UNUSIDA yang terus menunjukkan perkembangan positif hingga memasuki usia ke-12 tahun. Ia menyebut, peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA tahun ini mengusung semangat ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’, menjadikan mujahadah dan istighosah sebagai momentum memperkuat sinergi antara ikhtiar lahir dan batin dalam mewujudkan kampus yang unggul, religius, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, pada kesempatan ini kita dapat berkumpul dalam rangka mujahadah dan istighosah. Ini tidak lepas dari perjuangan para ulama, akademisi, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan di UNUSIDA tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan insan yang memiliki manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Menurutnya, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa rangkaian Harlah ke-12 UNUSIDA telah diawali dengan berbagai kegiatan spiritual maupun akademik, mulai dari riyadhoh, ziarah tokoh-tokoh pendiri, hingga mujahadah dan istighosah sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh civitas akademika mendapatkan keberkahan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Hadi juga memaparkan sejumlah capaian membanggakan yang berhasil diraih UNUSIDA selama satu tahun terakhir. Berbagai prestasi nasional maupun internasional berhasil ditorehkan oleh dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan.

Selain itu, UNUSIDA juga memperoleh berbagai hibah kompetitif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, berbagai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Muhammad Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi atas perkembangan UNUSIDA yang dinilainya sangat pesat selama dua belas tahun terakhir.

“Alhamdulillah, perkembangan UNUSIDA hari ini sangat luar biasa. Selama 12 tahun berkiprah, sudah banyak alumni yang tersebar dan memberikan manfaat di masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari cita-cita besar Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kader-kader unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Saya memimpikan Nahdlatul Ulama memiliki gedung-gedung kampus untuk menggodok kader muda NU. UNUSIDA ini disiapkan untuk membentuk kader yang tidak hanya berkiprah di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional sebagai pelopor inovasi dan solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kiai Zainal juga menegaskan bahwa kekuatan UNUSIDA tidak hanya terletak pada kualitas akademiknya, tetapi juga pada fondasi spiritual yang terus dijaga melalui doa para kiai dan pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya sebagai bekal melanjutkan perjuangan para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama.

“Selamat atas Harlah ke-12 UNUSIDA. Mahasiswa harus semangat, dosen harus bersungguh-sungguh dalam mengajar, dan seluruh tenaga kependidikan harus memberikan pelayanan terbaik. Dengan begitu, perguruan tinggi NU akan semakin memberikan manfaat bagi umat,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Sidoarjo KH. R. Abdussalam Mujib, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris BPP UNUSIDA sekaligus Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehudin, Rektor UNUSIDA periode 2014–2026 Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, serta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNUSIDA.

Seminar Hasil Penelitian sebagai bentuk diseminasi riset dosen PIAUD UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen PIAUD UNUSIDA Diseminasi Hasil Riset, Perkuat Edukasi Orang Tua untuk Cegah Stunting

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Hasil Penelitian sebagai bentuk diseminasi riset dosen yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi anak usia dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan, Gedung B Kampus UNUSIDA, Rabu (24/6/2026).

Seminar ini menghadirkan pemaparan hasil penelitian bertajuk ‘Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini (Studi Kasus Komparatif Wilayah Urban dan Rural di Jawa Timur)’. Penelitian tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti, Shofiyatus Zahroh, bersama tim dosen PIAUD UNUSIDA.

Dalam paparannya, Shofiyatus Zahroh menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak usia dini di wilayah perkotaan maupun pedesaan di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kepada orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting sejak dini.

“Pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak memiliki peran strategis dalam mencegah stunting. Karena itu, penguatan edukasi keluarga perlu terus dilakukan agar anak memperoleh pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang tepat,” ujarnya.

Seminar hasil penelitian ini menjadi wadah bagi dosen untuk menyebarluaskan temuan ilmiah sekaligus membuka ruang diskusi bersama akademisi, praktisi pendidikan, dan peserta yang hadir. Melalui forum tersebut, berbagai masukan diberikan guna memperkaya hasil penelitian agar dapat diimplementasikan secara lebih luas di masyarakat.

Ketua Program Studi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan dosen merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat, khususnya isu kesehatan anak usia dini.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.

Melalui seminar hasil penelitian ini, ia menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil riset yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi keluarga, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi anak usia dini menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

“Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia,” ungkap Rif’atul Anita.