UKM MAHISRA UNUSIDA Dorong Aksi Nyata, Limbah Minyak Jelantah Disulap Jadi Sabun Bernilai Ekonomi 1

UKM MAHISRA UNUSIDA Dorong Aksi Nyata, Limbah Minyak Jelantah Disulap Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

KEDUNGPANDAN, JABON, SIDOARJO — Kepedulian terhadap lingkungan kembali diwujudkan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui aksi nyata di tengah masyarakat. UKM Mahisra bersama PPK Ormawa HIMA PBI 2026 UNUSIDA sukses menyelenggarakan Program Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun di Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “RUANG BINA; PETA LANGKAH MASYARAKAT” tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Kedungpandan dan ibu-ibu PKK. Program ini menjadi ruang edukasi sekaligus praktik bagi masyarakat untuk memahami bahwa limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah untuk diolah menjadi produk rumah tangga, khususnya sabun cuci piring dan sabun cuci tangan. Selain mengurangi potensi pembuangan limbah minyak secara sembarangan, kegiatan ini juga memperkenalkan peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Mei Indah Ningrum, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ketua UKM Mahisra, Diana Siti Ariyani, dan Ketua PPK Ormawa, Zainira Ihsanty, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi ketua pelaksana.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ketua UKM Mahisra dan Ketua PPK Ormawa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai ketua pelaksana. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Kedungpandan, Bapak Wawan Hermawan, serta ibu-ibu PKK yang telah menyambut dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias,” ujar Mei.

Menurut Mei, program tersebut tidak hanya berorientasi pada keterampilan membuat produk, tetapi juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.

Baca juga:  HARMONIKAFE FE UNUSIDA 2026: Bangkitkan Semangat, Asah Curiosity, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Siap Hadapi Dunia Kerja

“Kita tidak perlu membuang minyak jelantah sembarangan atau mencampurkannya dengan sampah rumah tangga. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna, seperti sabun cuci piring dan sabun cuci tangan. Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus berlanjut dan dikembangkan bersama masyarakat Desa Kedungpandan,” tambahnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Desa Kedungpandan, Wawan Hermawan. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNUSIDA yang membawa pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat Desa Kedungpandan.

“Saya berterima kasih kepada kakak-kakak dari UKM Mahisra dan PPK Ormawa atas program yang dibawa ke Desa Kedungpandan. Kegiatan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan dan sabun cuci piring ini sangat bermanfaat dan menarik bagi masyarakat. Sebelumnya belum ada mahasiswa yang memberikan ide seperti ini kepada kami,” ungkap Wawan.

Wawan menilai, pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya memiliki manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, hasil olahan tersebut dapat diarahkan menjadi salah satu produk yang mendukung kegiatan UMKM di desa.

“Jika program ini dapat berjalan dengan baik dan dikembangkan secara berkelanjutan, hasil produknya dapat dipasarkan sehingga berpotensi membantu dan mendukung UMKM yang ada di Desa Kedungpandan,” lanjutnya.

Antusiasme masyarakat turut terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu warga Desa Kedungpandan, Bu Suci, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi warga.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Warga di sini juga sangat antusias apabila diajak untuk membuat sesuatu yang bermanfaat. Saya berharap program kerja seperti ini dapat terus berlanjut dan ke depannya terdapat beberapa pilihan pengelolaan limbah lainnya yang bisa dikembangkan bersama masyarakat,” ujar Bu Suci.

Baca juga:  Waspada Puncak Musim Hujan, Dosen Teknik Lingkungan UNUSIDA Berikan Tips Mitigasi Banjir Sejak Dini

Melalui program tersebut, UKM Mahisra dan PPK Ormawa HIMA PBI 2026 UNUSIDA berupaya menghadirkan aksi nyata berbasis pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk memberikan edukasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pengembangan potensi yang ada di lingkungannya.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah rumah tangga. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat Desa Kedungpandan. Dengan keberlanjutan program, edukasi pengelolaan limbah dapat berkembang menjadi berbagai inovasi lain yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

Melalui semangat “RUANG BINA; PETA LANGKAH MASYARAKAT”, mahasiswa UNUSIDA menunjukkan bahwa pengabdian dapat dimulai dari hal sederhana di sekitar masyarakat. Dari minyak jelantah, lahir keterampilan baru; dari keterampilan, terbuka peluang; dan dari kolaborasi, tumbuh langkah menuju masyarakat yang lebih peduli lingkungan sekaligus produktif.