Tri Maharani, Mahasiswi UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Pencak Silat ‘Malang Championship 5’ 2025
Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, Tri Maharani, mahasiswi Program Studi Manajemen angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat ‘Malang Championship 5’ Tahun 2025 yang memperebutkan Piala KEMENDIKBUD RI dan Wali Kota Malang.
Kejuaraan tingkat nasional tersebut diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai provinsi di Indonesia. Tri Maharani menunjukkan performa luar biasa hingga mencapai partai final dan meraih juara 2. Ia mengaku merasa bangga dan bersyukur atas pencapaiannya.
“Sudah pasti saya merasa bangga dan bersyukur karena masih bisa mendapatkan juara 2, walaupun belum bisa meraih posisi juara 1,” ungkapnya, Selasa (29/7/2025).
Rani sapaan akrabnya menjelaskan bahwa motivasi terbesarnya dalam mengikuti kejuaraan ini adalah keinginan untuk menguji kemampuan diri, serta membuktikan bahwa ia mampu bersaing di tingkat nasional dan membanggakan orang tua.
Mengawali perjalanan di dunia pencak silat sejak masih duduk di bangku SMK, Rani terus menunjukkan konsistensinya. Ia mengaku jatuh cinta pada olahraga bela diri tradisional ini karena mampu membentuk kedisiplinan dan meningkatkan rasa percaya dirinya.
“Saya sangat menyukai pencak silat. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, pencak silat juga mendidik kita untuk disiplin dan percaya diri,” tambahnya.
Dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan, Rani menjalani latihan intensif selama 6 bulan dengan jadwal padat, yakni empat kali seminggu. Namun, perjuangannya tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami cedera beberapa minggu sebelum pertandingan.
“Tantangan terbesar saya adalah cedera. Tapi alhamdulillah, saya bisa pulih dan siap bertanding,” ujarnya.
Salah satu momen paling berkesan bagi Rani adalah ketika berhasil mengalahkan lawan tangguh dari provinsi lain di babak semifinal, pengalaman yang ia sebut sebagai pembuktian nyata atas kerja kerasnya selama ini.
Rani juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Ia berharap mahasiswa tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif di bidang non-akademik sebagai bentuk pengembangan diri.
“Mahasiswa bisa menjadi agen pelestari budaya. Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rani memberikan semangat kepada rekan-rekan mahasiswa UNUSIDA untuk terus berani mencoba, menggali potensi, dan jangan pernah takut gagal.
“Jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru. Teruslah mengembangkan diri dan jadilah versi terbaik dari dirimu, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tuturnya.
Ke depan, Tri menargetkan untuk berkompetisi di ajang internasional dan menorehkan prestasi yang lebih tinggi. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik kampus serta bangsa di kancah global.
Prestasi Tri Maharani ini menambah deretan mahasiswa berprestasi UNUSIDA dan menjadi bukti bahwa semangat juang, latihan yang konsisten, dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar adalah kunci keberhasilan menuju podium kemenangan. (MY)










